The Power of Ngopi Bareng

Jpeg

abdurnomics

Beberapa bulan lalu aku menyempatkan jalan-jalan ke jawa timur, dan salah satu kota yang aku singgahi adalah surabaya. Singkat cerita aku main ke rumah temanku di sana, temen sewaktu jaman kuliah dulu, temen satu asrama, Agung namanya. Selama beberapa hari aku menginap di rumahnya, jalan2 keluar dan kadang ikut nongkrong di kantornya.

Dalam perjalanan pulang pergi rumah kantor rumah itu, kita banyak berbagi cerita, tentang keluarga, tentang surabaya, tentang lingkungan kerja, tentang masa lalu dan juga beberapa rencana ke depan.

Temanku ini, dari dulu, uniknya adalah ..  dia konsisten, dari dulu sangat konsisten, wawasannya dan cara berpikirnya jelas sangat terbuka, ingin maju dan sampai saat itu belum berubah. Baik, suka bercanda, dan gampang akrab dengan siapa saja, paling tidak itulah yang dapat aku lihat dari sudut pandang ku selama aku bersahabat dengan dia.

Dalam salah satu tema obrolan itu, aku bilang, kamu memiliki banyak kelebihan, bisa masuk dan mudah kenal dengan siapa saja. Tapi dia jawab, nggak juga, justru itu kelemahan ku, aku bisa mudah masuk dan di terima di kalangan orang2 biasa , kelas menengah ke bawah lah..  sementara dengan middle up, agak bermasalah. Sebenarnya aku gak begitu percaya, tapi itu yang dia ceritakan.

Dia melanjutkan, kalau untuk orang menengah ke bawah, itu sangat gampang dan murah, bayangin aja, orang kita kan suka duduk kongko2 di warung, kita ikut duduk, ngongko , ngobrol ngalor ngidul sambil ngopi dan kopinya kita bayarin, terus kita pergi, hal sederhana seperti itu saja sudah bisa bikin mereka senang, dan memberikan nilai kesan baik pada kita, mereka akan bertanya, tadi siapa itu, baik banget. Dan ketika kita sudah dapat kesan baik selanjutnya kita mudah di kenal dan di ingat. Kalau mau ngomongin biaya.., sangat murah kan !? Orang cuma bayarin kopi beberapa ribu perak doang.

Well, sangat make sense. Kenyataan bahwa orang kita memiliki karakter senang dengan yang namanya berbau gratis (gak semua orang dan tergantung apa dulu sebenernya ) sangat pas dan bisa digunakan dalam proses pendekatan seperti ini, pendekatan yang memberikan kesan baik, yaa.. tentu saja moga moga bukan hanya kesan, tapi memang niat tulus ikhlas berbuat baik, caranya adalah denga mentraktir, memberikan apa yang di sebut , get free..,

Judul tulisan ini adalah the power of Ngopi Bareng, tapi mungkin lebih tepatnya the power of Ntraktir.. hehehe.., ya, ngopi bareng memang menyenangkan, apalagi bareng sama temen2 yang sudah lama tak bersua atau karena kesibukan masing2 sangat susah untuk bisa ketemu, mengatur jadwal bersama, maka .. ngopi bareng adalah saran untk bersosialisasi dan merekatkan kembali hubungan yang sudah agak renggang, menyambung kembali yang sempat terputus dan juga menggulirkan ide ide baru yang bisa saja muncul saat didalamnya ngobrol ngalor ngidul, bertukar pendapat, sharing, brainstorming, dan lain sebagainya. Itulah kira-kira salah berapa di antara hikmah yang bisa di ambil dari cerita dan tulisan tentang the power of Ngopi Bareng kali ini.

Salam 9 Ramadhan, Jumat, 1436 H

abdurnomics©2015

Aku, Kamu, Dia,.. Beda

differentAku adalah aku, dia adalah dia, aku bukan dia, dia bukan aku, aku tidak akan bisa menjadi dia dan dia pun tidak akan pernah bisa menjadi aku, tapi aku bisa menjadi yang lebih baik dari dia dalam hal tertentu, pun dia bisa menjadi lebih baik dari aku dalam hal tertentu. Aku dan Dia berbeda, dan antara aku dan dia tidak harus sama atau menjadi sama. Aku tidak harus menjadi seperti dia dan dia tidak harus menjadi seperti aku. Perlombaanku adalah dengan diriku sendiri dan perlombaanya adalah dengan dirinya sendiri. Aku ingin menjadi lebih baik, aku ingin menjadi yang terbaik menurut definisiku untuk diriku sendiri, dia ingin menjadi lebih baik, dia ingin menjadi yang terbaik menurut definisinya untuk dirinya sendiri. Aku memiliki jalanku, dia memiliki jalanya, jalanku dan jalanya tidak harus sama. Aku memiliki pilihanku dan bagaimana menjalaninya, dia memiliki pilihanya dan bagaimana menjalaninya, pilihanku dan pilihanya tidak harus sama. Mengerti hakikat perbedaan akan mendekatkan pada ketenangan (diri) dan keharmonisan (bersama).

#jangan paksa aku karena kita tidak sama

#jangan bandingkan aku karena kita berbeda

Whats Next ?

Whats Next ?
 Abis ini apaaaa ?

Next-Steps-650-x-287

 

Kira-kira itulah pertanyaan yang muncul pop up di kepalaku saat ini, setelah ini apa ? Bukan persoalan tidak tahu apa yang mau dilakukan, tapi lebih kepada adanya beberapa pilihan yang muncul dihadapan dan bangggg…!, I feel confused.

Hmmm.., lha pie toh ? Kok bisa confused, kenapa ya…!? Aku juga gak tau jawabanya, lha wong namanya juga confused, mau ngomong apa ? Ah sudahlah tulisan ini tidak diperuntukan untuk membahas masalah confused ku, tapi lebih kepada jawaban atas pertanyaan whats next..

Saat aku menulis ini, aku lagi nonton film nya the rock yang tentang dia jadi sherif saat dia pulang kampung, banyak hal yang berubah, dan dia disitu melakukan perubahan, barusan ada adegan cewe yang biasa kerja di kasino datang ke kantor sherif dan ditanya, apa kamu akan ada kerja malam, dia jawab, I quit, you have made change , and I think I have to make change too, kira2 seperti itulah point nya..

Yaaa, sepertinya aku baru saja mendapatkan jawaban atas pertanyaanku, about whats next, I think I need .. not just need but MUST make changes .., aku HARUS melakukan dan membuat perubahan, Perubahan yang baik, Perubahan yang positif, Perubahan yang mengarah pada perbaikan, pada keadaan lebih baik, dan untuk membuat perubahan Aku Harus Berubah..! Hell yeaaah..!

Go go Abdur, fight..! GANBATTE..!, Bravo Abdur..!

Bismillah..

abdurnomics©2015

About me.. buat kamu

abdur nomics - Foto-0128

Bweee 🙂

Heiii.., I want to let you know.. about me.

Aku akan menampilkan “aku” apa adanya, apa adanya aku.

Tidak akan aku sembunyikan apa yang kamu tanyakan, apa yang ingin kamu tahu tentang aku dan akan aku beritahu tentang apa yang aku pikir perlu kamu tahu tentang aku.

Kejujuran adalah dasar dari hubungan yang ingin aku bangun, kejujuran pada diri sendiri dan kejujuran antara hubungan aku dan kamu.

Jujur untuk tidak melebih-lebihkan diri, jujur untuk mengakui kekurangan diri, dan jujur untuk menerima kelebihan dan kekurangan aku dan kamu.

Berusaha terus memperbaiki diri, itu Pasti.., tapi mengakui dan menerima kelebihan dan kekurangan, itu juga mesti

Adanya perbedaan adalah pasti, pun demikian adanya persamaan.

Dalam hal perbedaan, aku belajar untuk berjiwa kompromi, selama masih berada di atas landasan jalan yang aku yakini kebenaranya.

Aku akan belajar mengenalmu selama kamu membukakan jalan untuk aku mengenalmu, aku akan belajar membimbingmu selama kamu bersedia membuka hati dan mau untuk aku bimbing. Menjadi pemimpinmu adalah peran dan kodratku, dan aku akan belajar dan melakukan yang terbaik untuk itu.

Menjadi pengiring dan pengingatku adalah peran dan kodratmu, dan aku akan belajar mendengarkan dan melakukan yang terbaik untuk itu.

Keras adalah jiwaku, tapi melakukan kekerasan bukanlah jalan dan pilihanku.

Aku mudah panas membara seperti api, tapi panas bara api-ku mudah dipadamkan dengan kelembutan seperti air

Jika kelembutan seperti air tak mampu kau guyurkan, cukuplah diam, itupun mampu memadamkan bara api-ku.

Aku sederhana meskipun tak sesederhana utusan dan pemimpin tertinggi yang menjadi panutanku

Aku suka kesederhanaan dan aku tidak menyukai yang berlebih-lebihan

Aku suka belajar hal-hal yang baru, Aku belajar dan terus belajar berpikiran terbuka, tidak membatasi diri terhadap hal-hal yang baru, tapi aku juga kritis, selalu belajar membiasakan diri menyaring, mengunyah sebelum menelan.

Aku berjiwa liar, berjiwa petualang.., sesuatu yang sudah aku sadari dari dulu

Aku tidak suka di perintah, tapi aku senang di minta pertolongan, penambahan satu kata ..”please”.., “tolong”.. , memberikan makna yang sangat signifikan berbeda dikepala meskipun hakikatnya ditujukan untuk melakukan satu jenis pekerjaan yang sama.

Aku tidak suka di perintah, tapi aku senang di nasehati, nasehat yang baik, dengan cara yang baik,.. bukan nge-Boss-i.

Aku berjiwa mandiri, suka dan selalu berusaha untuk bisa berdiri di kaki sendiri.., dan aku malu menjadi benalu dan beban orang lain bahkan orang tua sendiri

Aku keras kepala dalam niat dan usaha kaitanya dengan hal dan tujuan yang ingin aku capai dan dapati

Aku tidak suka di paksa pun demikian aku tidak suka dan tidak mau memaksa

Aku bermuka sangar, keras dan garang…, sesuatu hal yang sudah aku bawa dari sana.., sesuatu yang tak bisa aku tawar untuk Dia merubahnya, tetapi aku belajar untuk suka dan sering tersenyum untuk mengurangi “efek”nya..

Jika aku memiliki tekad, tekadku bulat, keras dan kekeuh..

Tapi aku tak memiliki hati yang keras, hatiku mudah luluh oleh logika, kata-kata yang lembut dan menyentuh rasa.

Telingaku cukup tebal, otak-ku terlalu bengal untuk mau mendengar, mencerna kalimat sampah, kata-kata yang keluar dari lidah dan nafas yang terbuang tak berguna, sia-sia, hal yang merendahkan, hal yang mencemoohkan, hal yang men-demotivasi tiada henti.

Itulah aku.., sedikit perkenalan dari aku untuk kamu.

Hidup adalah pilihan kawan.!

abdur nomics - IMG00332-20140412-0808

Entah sudah seberapa sering kita mendengar ungkapan bahwa hidup adalah pilihan, tapi seringkali ketika kita menghadapi masalah dan tanpa sadar mengeluh, sejatinya kita lupa apa makna dari kata itu, bahwa hidup adalah pilihan kawan.!

Kita tidak bisa memilih kapan, dimana dan bagaimana kita di lahirkan. Kita tidak bisa memilih di keluarga siapa, dalam keadaan apa, dilingkungan apa kita dilahirkan.. tapi kita bisa memilih bagaimana kita hidup, bagaimana kita menjalani hidup, dan pada akhirnya akan terkait dengan pilihan bagaimana nanti kita mati. Meskipun tentu saja masalah kematian adalah rahasia Allah swt, tetApi kurang lebihnya tentu saja ada sebab ada akibat makin konsisten kita membuat Sebab makin besar peluang kita untuk mendapat hasil yang diharapkan, maka in sering dan konsisten kita berbuat baik, melakukan kebaikan, makin besar peluang kita untuk mati dalam keadaan baik dan penuh kebaikan.

Memilih adalah langkah rasional, memilih adalah atas sebab keterbatasan, justru karena ada keterbatasan itu kita diharuskan memilih.

Kita mau menjadi apa dan bagaimana semunya adalah pilihan kawan, ada orang orang yang aku lihat di hadapanku saat ini, menjadi kuli angkut di stasiun kereta, bagaimana mereka bisa bekerja jadi kuli angkut ? Itu pilihan mereka kawan, mungkin secara enteng mereka akan menjawab, “terpaksa”, bisa jadi ya.. tapi bisa jadi atas sebab pilihan mereka sebelumnya kawan. Mereka hidup, di berikan waktu untuk membuat pilihan-pilihan, mungkin ada kalanya mereka dimasa kecil disuruh sekolah, tetapi mereka tak mau, memilih untuk tak sekolah, atau hanya bersekolah ala kadarnya saja, tak memilih untuk berprestasi. Dan masih banyak lagi alasan2 lain ya.. tapi kawan, apapun itu, pada dasarnya itu adalah pilihan mereka, piLihan kita, dan terhadap sesuatu yang kita pilih, kita harus bertanggung jawab.

Bukankah salah satu rumus siklus hidup itu sangatlah sederhana : Choose (memilih) – De ide (memutuskan) – Bertanggung jawab (responsible).

Ada seorang yang sudah tua di sekitar kebunku di jakarta, salah satu aktifitas kerjaannya adalah mencari rumput untuk makan kuda dan kambing, “babeh” biasa aku memanggilnya, seorang jawa. Setiap kali sedang memotong rumput yang tumbuh di kebun ku seringkali dia mengungkapkan kalimat “di desa saja aku ogah nyari rumput gini, eh di Jakarta malah nyari rumput” begitu biasa dia berkata. Entah apa maksudnya? Karena buat aku sendiri itu biasa saja, bukan pekerjaan hina, kenapa mesti malu.. terus kalo memang merasa iu pekerjaan hina, memalukan, dan tak layak untuk di jalani, just quit.! Cari pekerjaan yang lain, bukankah semuanya adalah pilihan, seruku dalam hati, …

Begitulah kawan.., kadang, mungkin karena kita tak paham, atau mungkin juga karena lupa, tak sadar, bahwa sejatinya hidup adalah pilihan, so… yuk mari belajar jangan mengeluh kawan, yuk mari belajar bertanggung jawab atas pilihan kita, atas apa yang kita pilih. Keep smile,.. dan tetap semangat…! 🙂

abdurnomics©2015

Suroboyo, Kopi Ternikmat pagi ini…

image

Pagi ini aku duduk di depan warung depan rumah teman lamaku, namanya agung, di daerah rungkut surabaya.

Suasana pagi yang sangat cerah ditemani lagu2 jawa dengan hidangan segelas kopi susu, srrrrrp… ah.. nikmate….., ena’e… ini adalah kopi ternikmat pagi ini, bukan karena rasanya tapi keseluruhanya, suasananya, nikmat teman..

Sebenarnya ini kota, tapi suasananya khas, kota sisi pinggiran kalo boleh aku bilang, suasana perumahan baru yang katanya harganya sudah melangit, naik sangat cepat. Well.. bukan hal asing di kepalaku,.. dan itu juga memang berlaku umum, alias terjadi dimana-mana, fenomena yang hampir terjadi di setiap kota, kota yang bertumbuh dan berkembang.

Jadi disinilah aku, rabu, 18 februari, 2015.. @surabaya, dalam rangka ngebolang dan silaturahiim… melakukan refreshing, mencari ide dan inspirasi, mencari “pencerahan” akan hidup dan pelajaran hidup, mencari makna akan apa yang dinamakan kedamaian hati, berbagi cerita tentang hidup dan kehidupan bersama teman, teman lama, teman baru, berbagi visi dan rencana masa depan, sambil menghirup udara segar, sambil merasakan hangatnya sinar mentari pagi, dan sambil menyeruput segelas kopi susu dari warung sebelah yang … srrrrp.. nikmat, kopi paling nikmat di pagi ini.

abdurnomics©2015